Lapisan Masyarakat di Zaman Millenial

Stratifikasi sosial menurut Pitirim Sorokim adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam lapisan-lapisan kelas secara bertingkat (hirarkis).

Kriteria Pembentukan Pelapisan Sosial
Ukuran atau kriteria yang menonjol atau dominan sebagai dasar pembentukan pelapisan sosial antara lain.

Ukuran Kekayaan
Bagi orang yang memiliki kekayaan paling banyak akan masuk ke lapisan teratas dalam sistem lapisan masyarakat, sementara yang paling miskin akan masuk ke lapisan terbawah masyarakat.

Ukuran Kehormatan
Orang-orang yang disegani atau dihormati menempati lapisan teratas sistem masyarakat.
Umumnya orang tersebut adalah orang yang paling berjasa pada masyarakat, pada orang tua atau orang-orang yang berperilaku dan berbudi luhur.

Ukuran Ilmu Pengetahuan
Dimana orang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tertinggi dalam masyarakat.

Jenis-jenis Stratifikasi Sosial
Berikut adalah jenis-jenis stratifikasi sosial yang dijabarkan sosiolog Universitas Indonesia, Komanto Sunarto:

  • Stratifikasi Usia, di mana anggota masyarakat lebih muda memiliki hak dan kewajiban berbeda dengan anggota masyarakat dengan lebih tua.
  • Stratifikasi Jenis Kelamin, di mana antara laki-laki dan perempuan memiliki hak dan kewajiban berbeda.
  • Stratifikasi Agama, terkait dengan kedudukan agama atau kepercayaan yang dianut sekelompok individu.
  • Stratifikasi etnis, berhubungan dengan posisi kelompok etnis tertentu.
  • Stratifikasi ras, menekankan ras manusia sebagai pondasi pembentuk struktur masyarakat.

Namun di zaman millenial ini, ada yang disebut sebagai “Generation Gap” yang mau tidak mau telah membentuk jenis lapisan masyarakat baru berdasarkan generasi, seperti yang dijelaskan gambar berikut ini:

Lapisan Masyarakat berdasarkan Generation Gap

Di mana lapisan masyarakat berdasarkan “Generation Gap” tersebut terdiri atas:

  • Generasi Baby Boomers, disebut juga The Counterculture Generation, yaitu mereka yang lahir mulai tahun 1946-1964
  • Generasi x, disebut The TV Generation, terdiri orang-orang yang lahir sekitar tahun 1965-1980
  • Generasi Older Millenial, disebut juga The Last to Grow Up Offline, maksudnya generasi terakhir yang tumbuh sebelum era internet, lahir sekitar tahun 1981-1996
  • Generasi Younger Millenilal, disebut juga The Digital Natives, merupakan generasi awal yang mulai bertumbuh ketika era internet mulai ada, sekitar tahun 1990-1996
  • Generasi Older Gen Z, disebut juga sebagai The First Connected Kids, di mana pada masa ini internet mulai lebih mudah didapatkan namun masih harus melalui proses merepotkan. Lahir sekitar tahun 1997-2005.
  • Generasi Younger Gen Z, disebut juga The Technology Inherent, di mana pada masa ini, orang-orang TIDAK DAPAT HIDUP TANPA TEKNOLOGi. Mereka adalah, termasuk saya, yang lahir mulai tahun 2006. Di mana kadang-kadang masalah wifi tidak tersambung atau server YouTube mendadak down, bisa menjadi persoalan besar bagi kami, hingga throw our tantrum untuk masalah “sesepele ini”.

Kamu termasuk generasi lapisan masyarakat yang mana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: